Bahaya Makanan Yang Diawetkan Bagi Penderita Kanker Payudara

Bahaya Makanan Yang Diawetkan Bagi Penderita Kanker Payudara

Pernah mendengar Bahaya Makanan Yang Diawetkan Bagi Penderita Kanker Payudara? Benarkah makanan yang diawetkan berbahaya bagi penderita kanker payudara? Agar tidak salah memahami bahaya makanan yang diawetkan ini, sebaiknya kita simak bersama ulasan mengenai makanan yang diawetkan bagi penderita kanker payudara.

Bahaya Makanan Yang Diawetkan Bagi Penderita Kanker Payudara

Citra tentang makanan yang diawetkan sudah terlanjur buruk. Makanan yang diawetkan dianggap tidak baik untuk kesehatan dalam jangka pendek dan panjang. Namun, tahukah anda bahwa tidak semua makanan yang diawetkan itu buruk. Bahkan makanan yang diawetkan bisa lebih baik dikonsumsi dibanding makanan biasa yang tidak diawetkan.

Tidak semua makanan yang diawetkan berbahaya

Buah dan sayur tumbuh subur sehingga terjadi panen besar-besaran. Dengan kondisi seperti itu tentu tidak mudah menghabiskan buah dan sayur sekaligus dalam waktu cepat, begitu pula degan ikan sarden. Nah, cara untuk menjaga makanan agar kedap udara, air, mikroba, dan benda asing lainnya adalah dengan pengawetan makanan menggunakan kaleng.

Jika sudah dalam keadaan steril, itu artinya makanan tersebut aman dari bakteri sehingga terhindar dari mengeluarkan bau tidak sedap yang bisa mengubah cita rasa dalam jangka waktu tertentu.

Makanan yang diawetkan dalam kaleng dilakukan dengan menambah cairan berupa larutan gula untuk pengalengan buah, sementara untuk pengalengan sayur ditambahkan kuah kaldu, dan untuk pengalengan ikan sarden ditambahkan saus. Jadi makanan yang disimpan di dalam kaleng akan aman dikonsumsi kapan saja. Tentunya dengan batas kedaluwarsa.

Berbagai bahan dan jenis makanan apa pun cepat atau lambat akan rusak. Entah daging, ikan, susu, buah sayur, dan biji-bijian. Kerusakan makanan muncul karena timbulnya bakteri atau jamur yang menyebar, selain itu akibat paparan sinar matahari, serangga, atau tempat penyimpanan yang salah juga membuat makanan rusak.

Itulah mengapa pengawetan perlu dilakukan untuk menjaga kualitas bentuk, rasa, serta tampilan agar bisa dikonsumsi. Coba bayangkan jika makanan atau bahan makanan tidak diawetkan, maka akan berlendir, busuk dan berjamur, anda tak akan bisa mengonsumsinya lagi.

Pengawetan makanan sudah ada sejak dulu. Meski metode dan bahan yang digunakan berbeda, tetapi tujuannya tetap sama yaitu untuk menjaga kualitas makanan. Proses pengawetan makanan itu ada dua cara, yaitu pengawetan alami dan pengawetan kimiawi.

Untuk cara alami bahan yang digunakan terdiri dari bahan makanan segar, seperti bawang putih, gula, garam, dan asam. Sementara pengawetan kimiawi, yaitu proses pengawetan yang dilakukan dengan menggunakan bahan pengawet seperti natrium benzoat, kalium sulfit, dan nitrit. Dari sisi kesehatan, pengawetan dari bahan alami tergolong aman, sedangkan pengawetan kimiawi memang diragukan keamanannya.

Selain dengan kedua cara tersebut, pengawetan makanan juga juga dilakukan dengan cara lain, yaitu melalui cara pengeringan, pemanasan, pendinginan, atau pengasapan. Salah satu contoh misalnya, frozen food termasuk jenis makanan yang pengawetannya didinginkan, sementara itu, ikan asin adalah contoh pengawetan dengan cara pengeringan.

Lalu kenapa makanan yang diawetkan berbahaya bagi penderita kanker?

Dalam hal ini, makanan yang diawetkan melalui pengawetan kimiawi berbahaya untuk penderita kanker (termasuk kanker payudara). Karena jenis makanan yang diawetkan ini mengandung senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogenik. Selain itu, makanan yang dibakar pun sama bahaya bagi penderita kanker payudara. Sebab, makanan yang dibakar terutama di bagian yang gosong atau hangus mengandung zat karsinogen, senyawa yang bisa menyebabkan kanker.

Mengonsumsi ikan asin juga sangat tidak disarankan bagi anda yang menderita kanker payudara. Sebab, ikan asin yang diolah dari bahan tidak segar dan sudah diawetkan cukup lama mengalami penguraian sehingga menjadi bahan alergen yang ‘mengundang’ reaksi imunitas tubuh. Yang mana akibatnya akan membuat tubuh merasakan demam, gatal-gatal, dan bengkak.

Sementara itu, bagi penderita kanker akan menimbulkan reaksi berdenyut-denyut dan timbul rasa nyeri di bagian tubuh yang terkena kanker. Ikan asin juga menyebabkan gangguan penyerapan air (permeabilitas) pada jaringan tubuh, permukaan luka akan tampak basah, dan kadang-kadang terjadi perdarahan.

Dan yang lebih memprihatinkannya adalah beberapa produsen pengolah ikan sering menambahkan formalin, bukan pengawet makanan. Yang mana formalin ini bersifat hepatotoksik atau racun bagi organ hati, sehingga semakin lama mengganggu sistem kerja sel dan jaringan yang akhirnya memicu kanker.

Itulah alasan dibalik Bahaya Makanan Yang Diawetkan Bagi Penderita Kanker Payudara. Oleh karena itu, bagi penderita kanker payudara sangat tidak dianjurkan mengonsumsi makanan yang diawetkan agar penyakit yang dideritanya tidak semakin parah.

Sementara itu, untuk mengobati kanker payudara, ada rekomendasi terbaik berupa obat herbal kanker payudara, yaitu Ace Maxs – yang terbukti efektif dan aman mengobati kanker payudara tanpa operasi, tanpa kemoterapi, tanpa radioterapi, dan tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan. Kualitasnya tidak perlu diragukan lagi, sudah terdaftar di BPOM RI dan juga DEPKES RI. Dan khasiatnya pun sudah terbukti ampuh, manjur, dan mujarab, sudah ada bukti testimoninya dari para konsumennya.

Baca Juga : Khasiat Ampuh Herbal Ace Maxs

Cara Order Ace Maxs

Untuk mengetahui informasi lebih lanjutnya, atau jika anda ingin berkonsultasi terlebih dahulu, silahkan hubungi kontak dibawah ini :

Telp : (0265) 341113

Telp : 085 793 507 222

SMS/WA/Telp : 085 223 557 127

PIN BB : 25C274D1

Line : zahraherbal

IG : toko_zahraherbal

Posted by : Admin OBAT KANKER PAYUDARA

 

Baca artikel menarik lainnya :

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *